Senin, 30 Oktober 2017

Angle Of Attack

Angle of Attack

Angle of attack adalah sudut yang di bentuk oleh chord line dengan relative wind. Chord dari airfoil pada bagian sayap adalah garis imaginer ditarik dari leading edge sampai trailing edge.
Angle of Attack


Pada sikap (attitude) pesawat yang normal, jika angle of attack ditambah maka CP (center of Pressure) bergerak maju ke depan dan jika angle of attack dikurangi CP (center of Pressure) akan bergerak mundur ke belakang.

Hubungan Angle of Attack dengan Airspeed

Pesawat terbang ketika terbang lurus mendatar pada bermacam-macam kecepatan akan terbang dengan besarnya angle of attack yang berbeda pula atau dengan kata lain terbang dengan sikap yang berbeda-beda. Untuk setiap kecepatan (airspeed) yang dipakai, akan terjadi pula sikap khusus dari pesawat (yang pada ditunjukan oleh angle of attack tertentu) bila keadaan terbnag mendatar dipertahankan.
Marilahlah kita tinjau dari rumus lift yang telah kita kenal.

Untuk mempertahankan keadaan level flight besarnya L = W. Kita misalkan Weight dan ρ konstan, berarti lift juga konstan.  adalah perbedaan antara tekanan udara pada tabung pitot dan tabung static atau merupakan indicated airspeed. Jadi jika  atau indicated airspeed bertambah, maka  akan menjadi kecil untuk mempertahankan W = L. Demikian juga bila yang terjadi sebaliknya, bila  mengecil maka  akan membesar.
Besar kecilnya  sangat tergantung dengan besarnya angle of attack. Bertambahnya angle of attack akan bertambah pula  yang terjadi. Jadi bisa disimpulkan bahwa perubahan angle of attack akan mempunyai hubungan langsung dengan perubahan kecepatan (indicated airspeed).
Hal inilah yang menyebabkan penerbang selalu mempergunakan istilah “speed”, misalnya : landing speed, stalling speed, gliding speed, climbing speed dan sebagainya. Hal ini wajar, dimana seorang penerbang seakan-akan tidak tahu mengenai angle of attack.
Pengaruh airspeed terhadap angle of attack


Kamis, 26 Oktober 2017

Equilibrium

EQULIBRIUM

Untuk mempertahankan supaya pesawat tetap dan keadaan level flight, keempat gaya harus dalam keseimbangan.
Ini berarti :      T = D
                        L = W
            Tetapi untuk mempertahankan keempat gaya ini dalam keadaan seimbang agak sulit, karena :
  1. Letak C.P. tidak selalu tetap tergantung dari angle of attack. Jika kedudukan wing membuat sudut serang (angle of attack) yang besar, letak C.P. bergerak ke depan dan apabila angle of attack mengecil, C.P. bergerak ke belakang. Inilah yang menyebabkan letak C.P. tidak bisa dipertahankan pada satu titik.
  2. Lift di belakang weight, menyebabkan nose down, kalau lift terletak di depan weight, akan mempunyai tendensi stall.
Pengaruh C.P. terhadap AoA
Untuk mengimbangi momen kopel bila engine dihidupkan, maka drag harus diletakan segaris dengan garis thrust, tapi amat sukar untuk mendapatkan keadaan seperti ini. Untuk mengimbangi momen kopel yang timbul pada pesawat dipasanglah tail plane.
. Letak keempat gaya utama pada keadaan seimbang

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

TRANSLATE

English French German Spain Italian Dutch

Russian Portuguese Japanese Korean Arabic Chinese Simplified
by : BTF

Who Am I ?


TRI ADI PRASETYA
Welcome to My Blog. 
Saya adalah seseorang yang sedang tersesat di jalan yang bernama kehidupan. 
LinkedIn
Diberdayakan oleh Blogger.

Total Tayangan Halaman