BEARING & SEALS
Bearing
Bantalan (bearing) adalah semua permukaan yang
menyangga atau disangga oleh permukaan lain dan saling bergesekan. Pergesekan
ini dapat berupa pergesekan lurus (maju-mundur) atau pergesekan berputar
(radial). Beban yang diterima oleh bantalan dapat berupa aksial (thrust load) atau beban radial.
Bantalan pada engine pesawat terbang dibuat untuk mendapatkan gesekan yang
sekecil-kecilnya, tahan terhadap beban tinggi dan keausan yang seminimum
mungkin.
Bearing
harus terbuat dari bahan yang tahan beban yang tinggi dan mempunyai koefisien
gesek yang kecil. Ukuran-ukurannya harus sangat seksama, mempunyai kelonggaran
yang sangat kecil untuk mendapatkan efisiensi yang tinggi tetapi masih dapat
bergeser atau berputar dengan bebas dan ringan.
Bearing
mempunyai fungsi yang kritis untuk menahan engine
yang berputar (rotor). Jumlah bearing yang diperlukan untuk menahan shaft engine tergantung kepada panjang as dan berat beban yang ditahan.
Panjang dan berat
secara langsung berhubungan dengan jenis compressor
yang dipakai. Biasanya compressor
aksial yang terpisah (split spool axial
compressor) memerlukan bearing
yang lebih besar dibandingkan untuk menahan compressor
sentrifugal.
Ada empat macam bearing yang banyak digunakan pada gas turbine engine.
- Ball bearing
- Roller bearing.
- Sleeve bearing.
- Slipper bearing.
 |
| Macam-macam Bearing |
Bearing
yang biasa digunakan untuk gas turbine
engine adalah roller bearing dan ball bearing. Slipper bearing digunakan untuk menahan gas turbine engine untuk putaran tinggi yaitu 45.000 rpm dan mampu
menahan beban yang sangat tinggi.
Biasanya ball bearing dan roller bearing memiliki gesekan yang sangat kecil dan lebih disukai
karena :
- Tahan
gesekan yang rendah
- Tempat
pemasangan sangat baik dan bebas berputar
- Harga
relatif murah
- Mudah
dalam pemasangan
- Mampu
menahan beban tinggi
- Mudah
mendinginkannya, mudah melumasi, mudah dalam perawatan
- Mempu menahan
temperatur yang relatif tinggi
Kelamahan dari ball bearing dan roller
bearing adalah mudah rusak akibat benda asing dan dapat rusak tanpa ada
gejala kerusakan terlebih dahulu.
 |
| Ball Bearing |
Biasanya ball
bearing ditempatkan pada as compressor
atau turbine karena ball bearing dapat menahan beban aksial (dari
thrust) dan beban radial. Karena roller bearing mempunyai permukaan yang
lebih luas, roller bearing mampu
menahan beban radial daripada beban thrust.
Sehingga roller bearing lebih cocok
dipakai pada pesawat terbang jika beban yang dominan adalah beban radial.
 |
| Roller Bearing |
K
ontruksi rumah
untuk pemasangan ball bearing harus
cukup kuat agar mampu menahan beban aksial dan radial pada putaran yang relatif
tinggi. Rumah bearing tersebut dilengkapi dengan seals agar oli tidak bocor. Dan biasanya oli tersebut disemprotkan
ke bearing melalui nozzle.
Oli seals ini dapat berupa labyrinth (udara bertekanan disemprotkan
ke sisi bearing dengan tekanan sama
atau sedikit lebih besar dari tekanan oli, sehingga oli tidak dapat keluar)
atau jenis ulir (helical type). Seals jenis lain yang sering dipakai
adalah carbon seal yang memiliki pegas
sama dengan material yang dipakai pada sikat karbon pada motor listrik.
Seals
Seals digunakan untuk
mencegah kebocoran minyak dari bearing,
mengontrol aliran udara dan sebagai penghalang untuk mencegah pembakaran gas
bocor ke rongga disk turbine. Untuk itu jenis seals dengan tujuan yang berbeda
dikembangkan seperti : labirin, cincin, hidrolik, karbon seal dan brush seal.
Masing-masing dengan aplikasi khusus mereka sendiri dalam mesin.
 |
| Carbon oil seals |