Selasa, 06 September 2016

Airworthiness Certificate

UU No 1 Tahun 2009
Tentang Penerbangan

UU No.1 Tahun 2009 ini telah mengatur soal penggunaan pesawat dan kelaikannya. Lewat UU ini, semua pihak berkepentingan bahwa keselamatan penerbangan adalah di atas segala-galanya.

1.      Pasal 3
UU itu mengatur bahwa penerbangan diselenggarakan dengan tujuan, antara lain mewujudkan penye­lenggaraan penerbangan yang tertib, teratur, selamat, aman, nyaman, deng­an harga yang wajar, dan menghindari praktik persaingan usaha yang tidak sehat.
Setiap pesawat  yang akan diterbangkan apalagi jika pesawat itu digunakan untuk mengangkut penumpang dan harus disertifikasi.

2.      Pasal 19

Ayat (1) mengatur setiap badan hukum Indonesia yang melakukan kegiatan produksi dan /atau perakitan pesawat udara, mesin pesawat udara, dan/atau baling-baling pesawat terbang wajib memiliki sertifikat produksi.

Ayat (2) pasal itu mengatur lebih jauh bahwa untuk memperoleh sertifikat produksi sebagaimana dimaksud pada ayat (1), badan hukum Indonesia harus memenuhi persyaratan:
·   Memiliki sertifikat tipe (type certificate) atau memiliki lisensi produksi pembuatan berdasarkan perjanjian dengan pihak lain;
·         Fasilitas dan peralatan produksi;
·         Struktur organisasi sekurang-kurangnya memiliki bidang produksi dan kendali mutu;
·         Personel produksi dan kendali mutu yang kompeten;
·         Sistem jaminan kendali mutu; dan
·         Sistem pemeriksaan produk dan pengujian produksi.
Ayat (3) menyebutkan: ”Sertifikat produksi sebagaimana dimaksud pada ayat (1) diberikan setelah dilakukan pemeriksaan dan pengujian yang hasilnya  memenuhi standar kelaikudaraan.”

Mengacu pada pasal dan ayat-ayat tersebut, makausia pesawat mau tidak mau memang layak diperhitungkan. Soal-soal seperti ini  diatur dalam UU tersebut yang berjudul”Kelaikudaraan Pesawat Udara”.


3.      Pasal 34

Ayat (1) mengatakan: ”Setiap pesawat udara yang dioperasikan wajib memenuhi standar kelaikudaraan.”

Ayat (2), ”Pesawat udara yang telah memenuhi standar kelaikudaraan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) diberi sertifikat kelaikudaraan setelah lulus pemeriksaan dan pengujian kelaikudaraan.”

4.      Pasal 35 menyebutkan: ”Sertifikat Kelaikudaraan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 34 ayat (2) terdiri atas:
·         Sertifikat kelaikudaraan standar,dan
·         Sertifikat kelaikudaraan khusus.

5.      Pasal 36, sertifikat kelaikudaraan standar diberikan untuk pesawat terbang kategori transpor, normal, kegunaan (utility), aerobatik, komuter, helicopter kategori normal dan transpor, serta kapal udara dan balon berpenumpang.

6.      Pasal 37

Ayat (1) menyebutkan: ”Sertifikat kelaikudaraan standar sebagaimana dimaksud dalam Pasal 36 terdiri atas:
·         Sertifikat kelaikudaraan standar pertama (initial airworthiness certificate) yang diberikan untuk pesawat udara pertama kali dioperasikan oleh setiap orang; dan
·  Sertifikat kelaikudaraan standar lanjutan (continous airworthiness certificate) yang diberikan untuk pesawat udara setelah sertifikat kelaikudaraan standar pertama dan akan dioperasikan secara terus menerus.
Ayat (2) pasal itu mengatur untuk memperoleh sertifikat kelaikudaraan standar pertama sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf a, pesawat udara harus:
·         Memiliki sertifikat pendaftaran yang berlaku;
·    Melaksanakan proses produksi dari rancang bangun, pembuatan komponen, pengetesan komponen, perakitan, pemeriksaan kualitas, dan pengujian terbang yang memenuhi standar dan sesuai dengan kategori tipe pesawat udara;
·     Telah diperiksa dan dinyatakan sesuai dengan  sertifikat tipe atau sertifikat validasi tipe atau sertifikat tambahan validasi Indonesia dan
·         Memenuhi persyaratan standar kebisingan dan standar emisi gas buang.
Ayat (3) mengatur, untuk memperoleh sertifikat kelaikudaraan standar lanjutan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf b, pesawat udara harus:
·         Memiliki sertifikat pendaftaran yang masih berlaku;
·         Memiliki sertifikat  kelaikudaraan yang masih berlaku;
·         Melaksanakan perawatan sesuai dengan standar perawatan yang telah ditetapkan;
·         Telah memenuhi instruksi kelaikudaraan yang diwajibkan (airworthiness directive);
·      Memiliki sertifikat tipe tambahan apabila terdapat penambahan kemampuan pesawat udara;
·         Memenuhi ketentuan pengoperasian,dan
·         Memenuhi ketentuan standar kebisingan dan standar emisi gas buang

7.      Pasal 38, Sertifikat kelaikudaraan khusus diberikan untuk pesawat udara yang penggunaannya khusus secara terbatas (restricted), percobaan (experimental), dan kegiatan penerbangan yang bersifat khusus.

8.      Pasal 39, Setiap orang yang melanggar ketentuan standar kelaikudaraan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 34 ayat (1) dikenakan sanksi administratif berupa:
a.       peringatan;
b.      pembekuan sertifikat; dan/atau
c.       pencabutan sertifikat.

Pasal 40, Ketentuan  lebih   lanjut  mengenai tata cara dan prosedur untuk memperoleh sertifikat kelaikudaraan dan pemberian sanksi administratif diatur dengan Peraturan Menteri

Kamis, 14 Juli 2016

Aircraft Tab

Aircraft Tab

Difinisi Tab
Tab adalah sebuah airfoil tambahan kecil berengsel ke control surface (sebagai trailing edge) untuk membantu menstabilkan pesawat dalam penerbangan. Tab berfungsi untuk mengatur tekanan yang harus dikeluarkan saat memposisikan sudut tanjak/  tukik. Tab diatur didalam kokpit oleh roda yang bisa diatur kedepan dan kebelakang.
Pada pesawat ringan atau kecil, permukaan kontrol yang disebutkan di atas digerakkan oleh tenaga pilot. Setiap permukaan kontrol terhubung langsung ke kolom kontrol atau pedal kemudi dengan serangkaian kabel dan katrol atau batang. Dalam suatu sistem kontrol kolom kontrol dapat memindahkan permukaan kontrol, tetapi permukaan kontrol juga dapat memindahkan kolom. Ini disebut kontrol reversibel.
Tipe Tab
1. Trim Tab

Trim tab berukuran kecil yang terhubung ke permukaan trailing edge dari control surface yang lebih besar pada pesawat, yang digunakan untuk mengontrol trim dari kontrol, yaitu untuk mengatasi gaya hydro-atau aerodinamis dan menstabilkan pesawat dalam sikap tertentu yang dikehendaki tanpa perlu untuk operator terus menerapkan gaya kontrol. Hal ini dilakukan dengan menyesuaikan sudut tab relatif terhadap permukaan yang lebih besar.

Beberapa pesawat memiliki tab trim pada ketiga control surface yang disesuaikan dari kokpit, yang lain memilikinya hanya di lift dan kemudi, dan beberapa memiliki hanya di lift. Beberapa trim tab adalah tipe ground-adjustable saja.

Banyak pesawat (termasuk glider) memiliki tab trim pada elevator mereka, sebagai sebuah metode sederhana memberikan trim pada pitch axis. Semua pesawat harus memiliki sistem untuk memastikan trim pitch axis, meskipun metode selain trim tab dapat digunakan. Alternatifnya termasuk :
a.      Pegas termasuk dalam sistem kontrol yang dapat disesuaikan dengan pilot;
b.      Dalam kasus elevator, horizontal stabilizer semua yang bergerak yang posisinya dapat diatur dalam penerbangan oleh servo tab atau anti-servo tab;
c.      Pada beberapa pesawat, beberapa berat bahan bakar dapat digeser antara tangki selama penerbangan untuk mengurangi aerodinamik lift induced drag.
Penggunaan trim tab secara signifikan mengurangi beban kerja pilot selama manuver terus menerus (misalnya: mendaki terus menerus untuk ketinggian setelah lepas landas atau keturunan sebelum landing), yang memungkinkan mereka untuk memusatkan perhatian mereka pada tugas-tugas lain seperti menghindari lalu lintas atau komunikasi dengan kontrol lalu lintas udara.
2. Servo Tab
Sebuah servo tab adalah perangkat berengsel kecil yang terpasang pada control surface pesawat untuk membantu pergerakan control surface.

Servo tab bergerak dalam arah yang berlawanan dari control surface. Tab memiliki keunggulan leverage, yang juga terletak memanjang dari garis engsel permukaan sehingga dengan demikian dapat membelokkan control surface dalam arah yang berlawanan. Hal ini memiliki efek mengurangi kekuatan kontrol yang diperlukan oleh pilot untuk memindahkan kontrol.
dalam kasus beberapa pesawat besar tab servo adalah satu-satunya kontrol yang terhubung ke tongkat pilot atau roda, seperti di Bristol Britannia dan turunannya Kanada. Pilot menggerakkan roda yang bergerak tab servo dan kemudian tab servo, menggunakan keuntungan mekanis nya, bergerak elevator atau aileron, yang dinyatakan bebas mengapung. Dengan varian servo-tab bernama "diarahkan semi tab", pilot mampu "untuk manuver kendaraan seberat 300,000 pounds terbang pada kecepatan udara dari 300 mil per jam atau lebih".
3.  Anti - Servo/Balance Tab

Sebuah tab anti-servo, atau tab anti-balance, bekerja dengan cara yang berlawanan dengan tab servo. Hal ini menyebarkan dalam arah yang sama sebagai control surface, membuat pergerakan control surface yang lebih sulit dan membutuhkan lebih banyak kekuatan diterapkan pada kontrol oleh pilot. Hal ini mungkin tampak kontra-produktif, tetapi biasanya digunakan pada pesawat di mana kontrol yang terlalu terang atau pesawat membutuhkan stabilitas tambahan dalam sumbu gerakan. Tab anti-servo berfungsi terutama untuk membuat kontrol berat dalam merasa pilot dan juga untuk meningkatkan stabilitas.
4. Servo Tab and Anti-Servo Tab
Cara lain untuk mengubah jumlah tenaga pilot adalah melalui tab servo dan anti-servo. Dalam sistem ini kolom kontrol langsung terhubung ke permukaan kontrol (seperti C-172) tapi tab diarahkan untuk pergerakan permukaan kontrol sehingga membantu pergerakan kontrol, atau counter gerakan kontrol. Dengan demikian, kontrol dapat dibuat lebih berat atau lebih ringan daripada yang seharusnya.


5. Balanced Tab

Kekuatan kontrol mungkin yang terlalu tinggi di beberapa pesawat, dan, dalam rangka mengurangi itu, produsen dapat menggunakan tab balance. Mereka tampak seperti tab trim dan berengsel di sekitar tempat yang sama sebagai tab trim. Perbedaan penting antara keduanya adalah bahwa tab balancing digabungkan ke batang kendali permukaan sehingga ketika control surface utama dipindahkan ke segala arah, tab secara otomatis menggerakkan ke arah yang berlawanan. Aliran udara mencolok tab kontra menyeimbangkan beberapa tekanan udara terhadap control surface utama, dan memungkinkan pilot untuk bergerak lebih mudah dan tahan control surface dalam posisi.
Jika hubungan antara tab balance dan permukaan tetap disesuaikan dari kabin pesawat, tab berperan sebagai trim kombinasi dan tab balance yang dapat disesuaikan untuk setiap defleksi yang diinginkan.
6. Spring Tab

Sebuah tab yang bertindak sebagai servotab tetapi di mana sebuah pegas tergabung dalam linkage, memungkinkan posisi tab yang akan bervariasi sesuai dengan gaya tongkat yang diterapkan. Di bawah beban penerbangan normal, tab pegas tidak memiliki peran untuk dimainkan dan tetap efisien untuk control surface. Namun, ketika beban udara yang tinggi dan kekuatan besar yang dibutuhkan untuk memindahkan control surface, tab pegas bergerak ke dalam arah yang berlawanan dengan yang ada pada control surface pada yang sudah terpasang, dan ini membantu pilot dalam menggerakkan control surface.

Kamis, 05 Maret 2015

Mesin Pesawat

Aircraft Engine

A.   Piston Engine
Sebelum jet engine ditemukan pesawat-pesawat di dunia di dunia menggunakan piston. Mesin piston adalah salah satu mesin pembakaran dalam (internal combustion  engine) yang tenaga geraknya di hasilkan oleh piston yang dihubungkan dengan crankshaft untuk merubah energi kimia menjadi energi mekanik.


Piston engine banyak digunakan untuk kendaran seperti motor, mobil dll. Untuk pesawat sendiri walaupun mesinnya piston tapi bukan sembarang piston. Tenaga yang dihasilkan haruslah besar karena harus menghasilkan thrust sebagai tenaga peswat. Biasanya pada sepeda motor tertulis 110 cc, 125 cc itu adalah volume cylinder yang menghasilkan tenaga. Cyclinder mesin peswat tentunya besar dibandingkan mobil dan motor.
Piston engine dalam ternodinamika mengikuti siklus otto dimana terdapat langkah intake, kompresi,, ekspansi dan exhaust. Pada umumnya satuan tenaga dorong (thrust pada psiton engine) ditunjukan dengan satuan HP (horsepower)
Bahan bakar untuk pesawat piston engine adalah aviation gasoline (avgas)
Piston engine atau biasa di sebut dengan mesin torak, merupakan mesin yang menggunakan piston (torak) sebagai tenaga penggerak. Piston yang bergerak naik turun di hubungkan dengan crankshaft melalui connecting rod untuk memutar propeller atau baling-baling. Piston dapat bergerak naik turun karena adanya pembakaran antara campuran udara dengan bahan bakar (fuel) di dalam ruang bakar (combustion chamber). Pembakaran di dalam combustion chamber menghasilkan expansion gas panas yang dapat menggerakkan piston bergerak naik turun.
Pesawat yang menggunakan mesin piston umumnya menggunakan propeller sebagai tenaga pendorong untuk menghasulkan thrust. Bentuk penampang dari propeller itu sendiri sama seperti sayap, yaitu juga berbentuk airfoil. Sehingga pada saat propeller berputar maka akan menghasilkan gaya dorong atau thrust sehingga pesawat dapat bergerak ke depan. Pesawat dengan mesin piston ini merupakan jenis pesawat ringan atau biasa di sebut dengan light aircraft. Pesawat ini mempunyai daya jelajah yang kecil dan ketinggian terbang yang tidak terlalu tinggi.
Pada dasarnya, prinsip kerja dari semua engine pesawat sama. Yaitu memanfaatkan energi pembakaran antara campuran bahan bakar dengan udara yang menghasilkan expansion gas yang terjadi di dalam ruang bakar cc (combustion chamber).



B.   Turbojet
Pada umumnya motor turbojet sering disebut dengan motor pure-jet adalah suatu motor dengan luas penampang pemasukan udara yang kecil sehingga aliran massa udara yang masuk ke dalam motor tersebut adalah relative kecil dan agar diperoleh gaya dorong yang besar maka aliran gas keluar harus ber kecepatan tinggi
Motor turbojet tersebut pada umumnya dipakai pada pesawat-pesawat terbang yang terbang tinggi diatas permukaan laut dan mempunyai kecepatan yang tinggi.

Pada umumnya motor turbojet mempunyai bagian-bagian utama sebagai berikut :
1)       Air intake / air inlet duct
2)       Kompresor
3)       Ruang bakar
4)       Turbin
5)       Exhaust duct
6)       Sistem-sistem
Bagian-bagian utama pada semua motor turbine gas pada dasarnya sama, hanya kadang-kadang nama bagian atau komponen agak berbeda karena adanya perbedaan terminology dari masing-masing pabrikan motor tersebut. Bahan bakar gas turbine engine adalah avtur, aviation turbine fuel atau aviation kerosene



C.   Tubroprop
Pada motor turboprop daya yang dihasilkan pada poros turbin dipakai untuk memutarkan baling-baling, dan agar putaran baling-baling tidak terlalu tinggi dipergunakan roda-roda gigi reduksi.
Baling-baling menggerakan sejumlah besar massa udara pada kecepatan rendah dimana arahnya berlawanan dengan arah terbang dari pesawat udara.

Penggunaan dari motor turboprop ini adalah pada pesawat udara yang terbang tidak terlalu tinggi dan dimana diperlukan landasan yang pendek utuk mendarat. Pesawat terbang dengan motor turboprop mempunyai pasaran yang cukup luas.
Prinsip kerja dari motor turboprop sama saja dengan turbojet yaitu bahwa udara yang dimampatkan di dalam kompresor masuk ke ruang bakar dan kemudian dibkar bersama bahan bakar yang disemprotkan sehingga menghasilkan gas hasil pembekaran dan selanjutnya melakukan ekspansi pada turbine. Untuk motor turboprop ini pada umumnya diperlukan beberapa tingkat turbine agar energi dari gas panas yang melalui turbine ini dapat diserap lebih banyak untuk menggeraan baling-baling dimana baling-baling diharapkan dapat menghasilkan kurang lebih 90% dari gaya dorong total, dan menginggalkan gas buang yang hanya akan menghasilkan 10% gaya dorong netto.


D.   Turbofan
Motor turbofan adalah suatu motor yang mempunyai perpaduan antara sifat-sifat yang baik dari motor turbojet dengan motor turboprop, dimana pesawat terbang yang ditenagai oleh motor turbo fan ini akan menghasilkan prestasi lebih baik dari pada motor turbo prop pada waktu pesawat sedang terbang tinggi, demikian juga prestasi dari motor turbo fan ini akan lebih baik daripada motor turbojet pada waktu pesawat udara terbang rendah.

Motor turbojet memberikan percepatan udara yang tinggi terhadap berat udara yang kecil. Motor turboprop memberikan percepatan udara yang rendah terhadap berat udara yang besar.

Pada motor turbofan walaupun kecepatan pancar gas yang keluar dari saluran buang lebih rendah dari motor turbojet, tetapi bisa diperoleh gaya dorong yang sama karena jumlah massa aliran udara/gas lebih besar tetapi dengan kecepatan yeng lebih rendah, maka motor turbofan akan memperoleh randemen gaya dorong yang lebih tinggi dari motor turbojet.

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

TRANSLATE

English French German Spain Italian Dutch

Russian Portuguese Japanese Korean Arabic Chinese Simplified
by : BTF

Who Am I ?


TRI ADI PRASETYA
Welcome to My Blog. 
Saya adalah seseorang yang sedang tersesat di jalan yang bernama kehidupan. 
LinkedIn
Diberdayakan oleh Blogger.

Total Tayangan Halaman